Masa Depan Festival Musik: Bagaimana Teknologi Membentuk Era Baru Dari Pengalaman Penonton

Potensi Pengalaman virtual reality dalam festival musik sangat besar, dan salah satu festival musik terbesar di dunia TommorrowWorld memiliki rencana untuk terus mendorong batas, membawa lebih banyak konten digital teknologi terbaru dan sudut pandang unik ke dalam platform acaranya.

Tangan-tangan mengacung di udara untuk headliner terakhir dari festival tiga hari tersebut. Kerumunan massa berkumpul di amfiteater besar dikelilingi oleh set menara api unggun yang menjulang dan proyeksi lighting masif.

Dimitri Vegas & Like Mike keluar dari DJ Setnya untuk beberapa saat dan meneriakkan kata-kata hipnosis pada kerumunan orang mengajak untuk ‘Bergabung saat kami merilis iluminasi.’ Gelang tangan semua orang tiba-tiba menyala – sepuluh ribu tangan diangkat bersama di puncak malam terakhir.

Ini momen yang luar biasa dan simbol dari elemen baru yang dibawa teknologi secara terus-menerus ke pengalaman festival. Top EDM DJ Hardwell berbagi pemikiran tentang perannya: “Teknologi telah berkembang untuk memainkan salah satu peran paling penting dalam pengalaman festival. Mulai dari pencahayaan, visual hingga live streaming, itu telah menambahkan dimensi yang sama sekali baru untuk pertunjukan langsung.”

TommorrowWorld adalah festival yang sepenuhnya tanpa uang tunai, gelang yang sama yang dapat menerangi lantai dansa digunakan untuk semua transaksi dan bahkan dapat disinkronkan dengan orang-orang di sekitar Anda dan menghubungkan Anda di Facebook.

Festival musik dansa telah lama menjadi juara di Eropa, tetapi dengan cepat mendapatkan momentum di AS di karena popularitas EDM. Joe Silberzweig dalam wawancara dengan Huffington Post, selaku Manajer Pemasaran TomorrowWorld, yang dimiliki oleh SFX Entertainment Company mengatakan, “Generasi Millenial adalah generasi pengalaman, mereka ingin Anda membawa mereka ke suatu tempat yang benar-benar unik.” Berlokasi di lahan pertanian seluas 8 hektar, TomorrowWorld adalah kanvas untuk melakukan hal tersebut.

TomorrowWorld berasal dari festival TomorrowLand yang sangat sukses di Belgia. SFX terus berupaya memperpanjang pengalaman festival bagi mereka yang tidak dapat secara fisik berada di sana, atau kepada mereka yang dulu pernah hadir disana dan ingin mengingatnya. Mereka terkenal dengan video festival mereka dan biasanya mengumpulkan lebih dari 100 juta pemirsa di YouTube.

Pada tahun 2014, mereka ingin melakukan sesuatu yang lebih besar untuk melibatkan penonton mereka sepanjang tahun, membantu mereka menghidupkan kembali festival atau membangun antisipasi untuk tahun mendatang. YouTube akan kembali menyiarkan langsung acara tersebut, tetapi mereka ingin melangkah lebih jauh.

Menemukan Teknologi yang Tepat

Tim SFX mengeksplorasi berbagai teknologi dengan visi untuk mengembangkan pengalaman festival online. Akhirnya mereka memutuskan bermitra dengan startup tur virtual terkemuka bernama YouVisit. “Kami berpikir tentang drone, balon udara dan timelapse,” kata Joe, “Kami cocok dengan YouVisit, mereka mengerti apa yang mereka lakukan dan membawa ke meja apa yang telah mereka bangun: platform yang kuat.”

Untuk menangkap pengalaman tersebut, direktur operasi senior YouVisit PJ Morreale, menciptakan rig kamera khusus satu orang yang menampilkan beberapa kamera DSLR, memungkinkannya menangkap foto 360 definisi tinggi sepanjang acara.

Hasilnya

Hasilnya adalah pengalaman festival virtual yang memungkinkan Anda untuk menjelajahi seluruh festival, dari perkemahan ke jantung lantai dansa. Menyaksikan matahari terbenam yang memukau atau melihat seperti apa dunia ini dari sudut pandang DJ utama. Di kantor YouVisit di New York, Morreale dan koleganya, Endri Tolka, COO / CFO YouVisit, membagikan bagaimana mereka ingin membawa pengguna ke tempat di mana tidak ada yang bisa pergi, memberi orang kesempatan untuk mengalami sesuatu yang mungkin tidak pernah akan mereka alami atau kunjungi.

Ketika tur virtual dirilis di web, penggemar dari 50 negara bagian dan lebih dari 100 negara terlibat dengannya: Penggemar menghidupkan kembali festival, yang lainnya di seluruh dunia melihatnya untuk pertama kalinya. Dapat dilihat dengan browser, bahkan dioptimalkan untuk ponsel cerdas, keterlibatan rata-rata dengan tur adalah sepuluh menit, sesuatu yang sangat besar. Ini membantu membangun kegembiraan untuk peluncuran tiket 2015, di mana 360.000 terjual dalam waktu kurang dari satu jam.

Jenis keterlibatan digital sangat penting karena merek festival selalu berusaha untuk tetap terhubung dengan audiens mereka sepanjang tahun.

Perpanjangan Alam

Teknologi memainkan peran besar dalam menciptakan pengalaman orisinal untuk penonton, dari pertunjukan Hologram dari TuPac hingga proyeksi 3D yang menempatkan pemain seperti dalam beberapa jenis film aksi. Generasi Millenial ingin mengalami sesuatu yang unik sehingga mereka dapat menjadi bagian dari dan berbagi dengan dunia.

Dan apa yang akan menjadi pengalaman festival virtual tanpa membawanya ke dunia nyata dengan perangkat Oculus Rift? Di New York, kontributor jurnalis Huffington Post Jeremy Wilson mencoba tur virtual TommorrowWorld pada versi terbaru perangkat keras Oculus Rift dan melalui seluler menggunakan Google Cardboard.

Sebagai versi pertama, Jeremy Wilson berkata itu pengalaman yang luar biasa, Anda dapat menavigasi di antara berbagai lingkungan dengan berfokus pada satu titik dan memutar arah pandangan Anda ke sekitar untuk menjelajahi zona keramaian atau area yang lebih sepi. Foto-foto yang menakjubkan, memungkinkan Anda untuk memandangi matahari terbenam atau merasa menjadi bagian dari kerumunan orang yang menggila.

Ini tidak akan lama lagi, sampai siapa pun dengan Oculus Rift atau VR yang sudah setup di ponsel mereka : akan memiliki kesempatan untuk diangkut ke dalam pengalaman festival dari kenyamanan sofa rumah mereka, meraih popcorn bukannya meraih laser.

Apa yang ada di masa depan?

Potensi virtual reality dan festival musik sangat besar, dan TommorrowWorld memiliki rencana untuk terus mendorong batas antara keduanya, membawa lebih banyak konten dan sudut pandang unik ke platform mereka.

Para artis kemungkinan akan mulai menawarkan pengalaman realitas virtual mereka sendiri, yang mungkin terbukti menjadi peluang pendapatan besar karena model pendapatan industri musik berfokus pada konten yang kaya untuk melengkapi streaming.

Bayangkan bisa nongkrong di belakang panggung dengan seorang DJ sebelum pergi ke panggung bersama mereka, mengeksplorasi seperti apa rasanya dari sudut pandang mereka. “Tidak bisa dibandingkan antara menonton artis secara online dengan secara pribadi hadir di festival. Energi, emosi, dan komunitas yang diberikan oleh pengalaman hadir langsung di festival pasti berbeda . Mengutip Hardwell,“ Live stream telah memberikan cara baru bagi orang-orang untuk memiliki hal terbaik kedua ketika mereka tidak dapat menghadiri festival dan saya dapat pastikan bahwa realitas virtual akan menjadi bagian dari pengalaman di masa depan. ”

Bagaimana dengan festival musik di Indonesia, apakah sudah ada yang merangkul kemajuan digital teknologi ? Ataukah Digistyle Music Festival akan menjadi yang inisiator ? Kita tunggu bersama ya.

***

Diterjemahkan oleh Nandi Adhitama Live dari artikel Jeremy Wilson Kontributor Jurnalis Huffington Post yang berjudul The Future of Music Festivals: How Technology Is Shaping a New Era of Experiences link : https://www.huffingtonpost.com/jeremy-wilson/the-future-of-music-festi_b_6806904.html